Monday, May 5, 2008

Mangga Dua

Jalan Mangga Dua memang kacau. Weekend kemarin saya naik mikrolet gila. Saking gilanya, selain ngebut-ngebutan di jalan yang super-macet itu, supirnya nekad menggunakan jalur berlawanan arah yang lebih lapang, dan beberapa kali berhadapan 'head-to-head' dengan kendaraan yang melaju ke arah berlawanan. Gila. Tapi mungkin, entah karena sudah biasa atau apa, nampaknya penumpang lainnya biasa-biasa saja tuh. Sayang nggak ada foto-foto orisinilnya di sini karena boro-boro bawa kamera, ngeluarin dompet atau agak hilang konsentrasi sedikit saja, mungkin bisa repot akibatnya. Foto di atas diambil (tanpa ijin) dari Flickr-nya mbak/mas ini.

Sepanjang jalan Mangga Dua, dari arah Stasiun Kota sampai perempatan WTC Mangga Dua memang kacau dan bisa saya katakan jalan paling semrawut dan kacau yang pernah saya lihat seumur hidup. Sudah macet, semua jenis kendaraan yang ada di Jakarta mungkin ada di sana. Mikrolet tua, bajay usang, ojek, sepeda, mobil pribadi, bis kota ukuran besar sampai bis-bis wisata (termasuk feeder) semua tumplek-blek di sini dan menghabiskan seluruh lebar jalan yang ada, bersama dengan pejalan kaki, kaki lima serta pasar-pasar dadakan di tepi jalan. Bahkan, jalan ini juga dilintasi kereta api di ujung barat dan timurnya (yang sisi timur malah berupa perlintasan konvensional).

Mungkin daya tarik pusat-pusat perbelanjaan murah di sepanjang jalan ini (ITC, Pasar Pagi, Harco, WTC sampai Glodok) atau banyaknya tempat jajanan yang terkenal enak, telah membuat orang-orang tidak peduli lagi dengan kesemrawutan daerah ini. Mereka juga tidak peduli dengan selokan-selokan di sepanjang jalan yang warna dan baunya sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi. Atau mungkin saya belum bisa dikatakan sudah beradaptasi 100% dengan Jakarta kalau belum menganggap semua itu wajar ya?

:(

0 comments: